Enrekang, JURnaL Celebes. Selama dua hari, Masyarakat Adat Pasang, Desa Pasang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan ritual Maccera Manurung. Kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur kepada Yang Mahasa Kuasa yang telah memberikan segala sesuatu untuk pengihudupan masyarakat setempat.
Kegiatan yang juga dihadiri Bupati Enrekang, Muslimin Bando. Bupati menyatakan salut dengan masyarakat Pasang yang terus memelihara tradisi yang menjadi landasan moral untuk membangun.
Masyarakat Adat Pasang melaksankan kegiatan ‘’ Maccera Manurung’’dalam dua tahun sekali. Ritual seperti ini juga menjadi sarana untuk tetap melastarikan tradisi kekerabatan dan gotong royong masyarakat pasang.
Masyarakat Adat Pasang melaksankan kegiatan ‘’ Maccera Manurung’’dalam dua tahun sekali. Ritual seperti ini juga menjadi sarana untuk tetap melastarikan tradisi kekerabatan dan gotong royong masyarakat pasang.
Nama masyarakat adat Pasang diambiul dari kata Pasang. Dalam bahasa lokal setempat. Pasang artinya hamparan tanah (bumi) yang dihuni oleh masyarakat di tempat tersebut. Masyakat Pasang disebut Sa’ Pasang atau penghuni Pasang dan keturunanya. Dalam mitos masyarakat Pasang, Sa’ Pasang adalah keturunan dari nenek moyang mereka yang ‘’diturunkan dari atas’’ dengan gelar To Manurung La Tua Pakka.
Sa’ Pasang menjadi identitas yang melekat setiap orang yang berasl dari Pasang, apakah keturunan langsung dari To Manurung dan kerabatnya, atau masyarakat yang lahir di Pasang memiliki ikatan kekeratan Sa’ Pasang. Ikatan kekerabatan inilah menjadi perekat bagi warga Pasang, meskipun sudah pindah ke tempat lain di mana pun di dunai ini. Tradisi ini menjadi landasan kebersamaan dan semangat kegotongroyongan masyarakat Pasang.
Sa’ Pasang menjadi identitas yang melekat setiap orang yang berasl dari Pasang, apakah keturunan langsung dari To Manurung dan kerabatnya, atau masyarakat yang lahir di Pasang memiliki ikatan kekeratan Sa’ Pasang. Ikatan kekerabatan inilah menjadi perekat bagi warga Pasang, meskipun sudah pindah ke tempat lain di mana pun di dunai ini. Tradisi ini menjadi landasan kebersamaan dan semangat kegotongroyongan masyarakat Pasang.
Masyarakat Pasang meyakni tradisi yang diwariuskan nenek moyang mereka terkait dengan kehidupan ke depan. Terkait dengan ketersediaan sumber penghiudupan. Apa yang disediakan oleh bumi yang menjadi sumber daya alam juga ditentukan oleh perilaku manusia. Sumber daya alam itu tetap berkesinambunganapabila masyarakat Pasang mengamalkan prinsip Pasang Sa’ Pasang.
Berapa tahun terakhir ini, masyarakat Pasang sering mengalami gagal panen. Hal ini diduga karena masyarakat sudah mulai mengabaikan prinsip Pasang Sa’ Pasang.
Berapa tahun terakhir ini, masyarakat Pasang sering mengalami gagal panen. Hal ini diduga karena masyarakat sudah mulai mengabaikan prinsip Pasang Sa’ Pasang.
Empat Pilar
Masyarakat Adat Pasang masih masih memlihara struktur adat dengan empat pilar utama yakni agama, adat, kesehatan dan pertanian. Pilar utama utama struktur masyarakat Pasang ini juga disebut dengan a’pa allirinna wanua.
Pilar pertama adalah Syara’ yang punya kompetensi di bidang keagamaan yakni para imam, khatib, bilal dan lain-lain yang menjalan kan fungsi mereka sesua dengan tuntunan agama. Peran mereka dalam proses pemerintahan adat agar sesuai dengan tuntunan agama.
Kemudian pilar kedua adalah lembaga adat Pasang dengan tokoh To Matua Pasang yang menjadi simpul semua aturan adat.
Pilar ketiga adalah Sandro, yang memiliki wewenang di bidang kesehatan. Sandro mengacu pada pengertaian dukun. Bila wabah penyakit menimpa masyarakat Pasang, maka tanggungjawab ini diemban oleh Sandro.
Lalu pilar keempat adalah Dulung, yang berkompetensi di bidang pertanian. Kehadiran Dulung menjadi prosisi penting karena kehidupan masyarakat Pasang ini tergantung dari hasil pertanian.
Lalu pilar keempat adalah Dulung, yang berkompetensi di bidang pertanian. Kehadiran Dulung menjadi prosisi penting karena kehidupan masyarakat Pasang ini tergantung dari hasil pertanian.
http://www.jurnalcelebes.org/index.php/program-kemitraan/82-pasang-sa-pasang-dan-tradisi-gotong-royong
PASANG SA’ PASANG DAN TRADISI GOTONG ROYONG
Reviewed by desapasang
on
03:32
Rating:
No comments: